Pengujian Fisika pada Madu Asli
Pengujian Fisika pada Madu Asli

Permintaan yang tinggi terhadap madu termasuk madu vitabumin dimanfaatkan beberapa orang untuk menciptakan dan menjual madu palsu. Harga madu palsu umumnya lebih murah daripada madu asli. Madu palsu yang banyak beredar kini semakin membuat khawatir konsumen yang akan menikmati manfaat dari madu. Madu mengandung banyak vitamin, mineral, anti-oksidan, anti-bakteri dan lainnya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, madu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, mempercepat proses penyembuhan luka, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan stamina tubuh, serta dapat sebagai nutrisi pendamping bagi anak yang mengalami autisme.

Pengujian terhadap madu dilakukan untuk mengetahui kemurnian madu. Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah mungkin tidak dapat menjamin kemurnian dari madu. Oleh sebab itu dilakukan pengujian pada skala laboratorium, salah satunya dengan pengujian secara fisika. Parameter fisika yang dipilih yaitu refractive index, optical density, viscosity dan surface tension. Berikut penjelasan dari masing-masing parameter.

Refractive index merupakan perbandingan antara kecepatan meneruskan cahaya dari ruang bebas ke media (madu). Rendahnya refractive index menandakan tingginya kelembaban, sedangkan tingginya refractive index menandakan rendahnya kelembaban pada nektar dan madu. Madu asli akan memberikan nilai refractive index yang tinggi karena memiliki kelembaban yang rendah.

Optical density. Nilai optical density akan meningkat karena adanya pemanasan, namun mampu mempercepat pembentukan hydroxymethyl furfuraldehyde (HMF). HMF merupakan hasil dari perubahan fruktosa yang rusak karena adanya pemanasan atau kesalahan dalam penyimpanan. Perbedaan warna dapat merubah rasa dan aroma dari madu. Biasanya, madu yang berwarna lebih terang memiliki rasa yang lebih lembut daripada madu yang berwarna gelap.Madu yang berwarna terang memiliki lebih banyak peminat daripada madu yang berwarna gelap. Adanya berbagai macam warna madu dipengaruh oleh pigmen (zat warna) pada nektar, namun warna madu dapat berubah tergantung dari cara penyimpanannya.

Viscosity (kekentalan) merupakan kemampuan suatu bahan dalam menahan aliran yang disebabkan oleh perpindahan internal (dari dalam zat tersebut). Viscosity madu tergantung dari sumber nektar sebagai bahan utama pembuatan madu. Nilai viscosity akan menurun seiring terjadinya peningkatan suhu. Madu yang diambil pada musim panas memiliki nilai viscosity yang lebih rendah daripada madu yang diambil pada musim gugur. Tingginya nilai viscosity pada madu disebabkan karena adanya kesalahan dalam penyaringan, pemrosesan, dan penyimpanan.

Surface tension (tegangan permukaan) merupakan lapisan tegang pada permukaan madu yang disebabkan karena adanya kohesi (gaya tarik menarik antar partikel) dari fruktosa, glukosa, sukrosa dan komponen lainnya, sehingga akan memperkecil permukaan. Secara umum, madu yang berkadar air tinggi akan memiliki surface tension yang lebih besar daripada madu yang berkadar air rendah. Madu asli berkadar air rendah akan memberikan nilai surface tension yang tinggi.