pola asuh anak

Setiap keluarga akan menerapkan pola asuh anak yang berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama yaitu mempersiapkan masa depan anak. Dalam mempersiapkan masa depan ini, para orang tua menyimpan harapan yang besar  sehingga mereka berani  berkorban apapun. Anak merupakan investasi masa depan. Anak merupakan pribadi suci. Jadi dalam menerapkan pola asuh anak harus benar-benar sesuai dengan kepribadian anak.

Tidak semua pola asuh anak akan cocok pada setiap anak, sehingga para orang tua harus mengenal kepribadian anak mereka. Selain itu tidak semua metode pengasuhan anak aliran Barat akan sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Dalam hal ini kita harus melirik kembali pola pengasuhan anak  ala masyarakat Indonesia. Bagaimana pun juga nenek moyang kita sudah mampu melahirkan generasi-generasi yang berkualitas. Hal tersebut berarti pola asuh dapat dikatakan berhasil.

pola asuh anak

Berikut pola pengasuhan yang berkembang di masyarakat Indonesia adalah:

  • Pola asuh anak Agamis. Pola asuh jenis ini menitikberatkan pada nilai-nilai moral dengan berdasarkan pada ajaran agama. Pola asuh ini berkembang di pesantren-pesantren dengan tujuan anak mengetahui dan menerapkan segala ajaran agama.  Ajaran agama menjadi landasan terpenting agar anak tidak terjerumus pada pergaulan bebas, narkoba, dan lain-lain.
  • Pola asuh anak Aktif Progresif. Pola asuh ini menitik beratkan toleransi dan nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga. Biasanya pola asuh ini dijalankan secara turun temurun dalam lingkup keluarga ningrat. Disini anak-anak diajarkan untuk lebih menghormati yang lebih tua. Contoh yang paling familier untuk pola asuh ini yaitu pendidikan suku Jawa. Pola asuh ini cocok untuk menanamkan kedisiplinan pada anak.
  • Pola asuh anak Bebas. Pola asuh ini dikategorikan dalam pola asuh Barat atau modern. Pola asuh ini memberikan kebebasan dan kemandirian anak dalam menemukan dan menentukan jati diri. Dalam pola asuh ini membutuhkan pengontrolan dari orang tua karena jika dibiarkan anak akan lepas kendali. Pola asuh ini cocok untuk mengembangkan kepribadian anak.

Dari jenis pola asuh anak tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita sebagai orang tua harus dapat mengidentifikasi kepribadian anak sehingga dapat memilih pola asuh yang tepat.Selain itu pola asuh harus disesuaikan dengan lingkungan anak. Yang perlu kita pertimbangkan saat ini adalah kemajuan IT (ilmu dan teknologi).

Disadari atau tidak perkembangan IT sangat mempengaruhi  kepribadian anak. Zaman dahulu nenek moyang kita berhasil mendidik anak-anak mereka dengan metode-metode tersebut di atas karena belum dipengaruhi oleh perkembangan IT. Lalu bagaimana pola asuh yang tepat untuk saat ini? Jawabannya adalah pengontrolan dari orang tua. Ketiga jenis pola asuh tersebut dapat kita kombinasikan dengan membuang segala kekurangannya dan mengembangkan segala kelebihannya.Bagaimanapun juga bagusnya suatu metode, peran orang tualah yang sangat menentukan keberhasilan pola asuh.

Leave a Reply