Anak Hiperaktif

Apa yang menjadi persoalan ketika anda mengatasi seorang anak yang terlalu aktif? Lalu apa yang harus anda lakukan untuk menanganinya?. Anda selaku ibu rumah tangga pastinya ingin mempunyai anak cerdas dan berkpribadian baik, penurut, bisa diatur, rajin, dan tidak mengekang.

Namun bagaimana jadinya ketika seorang anak jauh dari apa yang anda harapkan? Ciri-ciri apa yang bisa anda lihat ketika seorang anak mempunyai prilaku hiperaktif. Untuk meliihat ciri dari anak hiperaktif adalah sulit untuk diam, terus bergerak, susah diatur, jarang istirahat dan lain sebagainya.

Dengan prilaku yang terlalu aktif bisa menyebabkan anak tidak focus, kurang memperhatikan lingkungan disekitar, kurang toleran dan membuat orang disekiling menjadi jengkel. Akan tetapi anda perlu mengetahui bahwa anak yang mempunyai tingkat keaktifannya lebih, mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi pula, oleh sebab itu jika anda tidak memberikan pendampingan yang baik ditakutkan anak anda tidak mempunyai potensi dalam kehidupan sehari-hari.

Mempunyai anak hiperaktif tentunya memerlukan energi dan kinerja yang lebih dari orang tua, mengingat tingkah laku dan pola pikir anak yang tidak stabil. Oleh karenanya anda sebagai orang tua dituntut untuk bisa menggiring anak kea rah yang lebih baik dan positif. Dibawah ini beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk membantu anak menjadi lebih baik :

  1. Melihat Potensi Yang Dimiliki

Terkadang kita tidak mengetahui bahwa anak hiperaktif adalah anak yang banyak mempunyai potensi dalam kehidupannya, meskipun begitu banyak orang tua yang tidak mengetahui seberapa besar dan potensi apa yang dimiliki anak tersebut. Ketika anda melihat anak aktif dengan segala hal, yang pertama harus anda lakukan adalah mengamati dan mencermati kegiatan atau prilaku apa yang benar-benar dia gemari, apakah prilaku itu bersipat positif atau malah merugikan. Setelah anda mengetahui potensi yang dimiliki, anda tinggal membimbing serta memberikan fasilitas untuk kegemarannya tersebut.

  1. Memberikan Tugas

memberikan tugas pada anak bukan berarti memberi dia beban untuk tugas tersebut, tapi memberikan dia sedikit tanggung jawab. Seperti apa tugas yang harus diberikan? Seperti membuat catatan makanan tiap hari, waktu mandi, waktu tidur dan lain sebagainya. Dengan begitu anak merasa diberi kepercayaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Leave a Reply