Berita politik hari ini
Berita politik hari ini

Berita politik hari ini dari matamatapolitik.com. Demonstrasi akan mengisi malam tahun baru di Sudan alih-alih kembang api dan perayaan. Demonstrasi ini sudah merebak di sebagian besar wilayah Sudan sejak 19 Desember 2018 lalu. Rakyat meminta Presiden Omar Al Bashir mundur dari jabatannya. Ajakan untuk kembali berpawai menuntut mundurnya Presiden Bashir pada malam tahun baru nanti datang dari Koalisi Asosiasi Pekerja Profesional Sudan (APPS). Direncanakan Pawai demonstrasi akan dimulai hari ini, Senin, 31 Desember dari Qandil Square di ibu kota Khartoum menuju Istana Kepresidenan.

APPS meminta rakyat Sudan mendedikasikan siang dan malam mereka untuk menuntut perubahan pemerintah dan pembentukan pemerintahan transisi. APPS juga telah mengorganisir protes yang sama pada tanggal 25 Desember lalu, namun dihalau oleh polisi anti huru-hara menggunakan peluru dan gas air mata. Protes awal sebenarnya adalah untuk menentang kenaikan harga barang, memburuknya kondisi ekonomi, devaluasi mata uang, dan kekurangan bahan bakar. Namun kemudian protes berkembang pada tuntutan agar Presiden Bashir yang telah berkuasa sejak 1989 mundur.

Sejak awal gelombang protes, setidaknya 19 orang telah tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Namun menurut Amnesty International sebanyak 37 orang telah tewas. Beberapa orang penting juga ditangkap, termasuk ketua Partai Kongres Sudan Omar el-Digeir dan pemimpin senior Partai Komunis Sudan Siddiq Youssef. Para profesional di Sudan, termasuk para pengacara, jurnalis dan dokter akan mendukung pawai protes pada malam tahun baru nanti dengan aksi mogok selama tiga hari, dimulai sejak Senin ini. Hal itu sebagai bentuk dukungan dan juga protes terhadap penangkapan para wartawan yang melakukan aksi duduk di luar kantor surat kabar Al Tayyar.

Sementara para dokter melakukan aksi mogok tanpa batasan hari dan para profesional lainnya menyerukan penghentian kerja secara nasional. Namun Sara Abdelgalil, Presiden Persatuan Dokter Sudan di Inggris menjamin tidak akan ada pasien gawat darurat yang akan ditelantarkan. “Kasus-kasus yang masuk ke rumah sakit selama sepekan terakhir menunjukkan banyak luka tembak di kepala, leher dan dada. Para demonstran berdemo dengan damai dan dihadapi dengan kekerasan,” ucap Abdelgail.

Walau protes awalnya untuk menentang kenaikan harga pangan pokok, namun para analis melihat hal yang ingin ditentang masyarakat sesungguhnya adalah kebijakan ekonomi Presiden Bashir yang bobrok dan kejenuhan pada politik rezim yang berkuasa. Partai Kongres Nasional selaku partai pendukung Bashir menyatakan akan melakukan reformasi ekonomi dalam dua minggu ini. Mereka juga berusaha memahami kemarahan rakyat Sudan. Namun juru bicaranya, Ibrahim el-Sadik menuduh Israel dan partai-partai sayap kiri Sudan berada di belakang protes tersebut. Berita politik hari ini terbaru dapat Anda simak di situs matamatapolitik.com.